KELAS CUCAK HIJAU A

MOJ-Setelah usai melakukan diklat juri yang ke XIX di hotel Zaffa Banjarbaru pada Sabtu, 14 Juli 2018, pada hari Minggu 15 Juli lngsung dilaksanakan lomba dan pameran burung berkicau. Kegiatan tersebut merupakan Launching DPW Oriq Jaya Indonesia Kalimantan Selatan yang dipimpin oleh Edi Susilo. Dalam gelaran yang berhasil meredam teriakan dari para kicau mania tersebut diikuti sebanyak 1130 peserta dari 29 kelas yang dilombakan.

“Ini adalah kejutan, peserta bisa bertahan sampai akhir dan secara keseluruhan tiket terjual 1130. Saya sangat mengapresiasi seluruh kicau mania yang sudah meramaikan gelaran tersebut. Tentunya tanpa para kicau mania berpartisipsi gelaran kami untuk menandai hadirnya organisasi Oriq Jaya tidak ada artinya apa-pa,” terang Edi seusai lomba.

Lomba yang sempat dipantau langsung oleh Pendiri Oriq Jaya  H Riko dan Ketua Umum Suryono tersebut berjalan lancar dan sangat kondusif. Dari pantauan wartawan Media Oriq Jaya (MOJ) di lapangan para kicau mania mengikuti himbauan MC Anton dari Oriq pusat untuk tidak teriak maupun memberikan kode kepada burung yang sedang dilombakan.

JUARA KENARI KELAS DPW

Dari 29 kelas yang dilombakan persaingan ketat untuk merih burung terbaik sangat kuat, khususnya di kelas Murai Borneo dan Cucak Hijau. Akhirnya pada kelas Murai Borneo nama Jendral milik Heru dinobatkan menjadi yang terbik. Sedangkan Cucak Hijau Pitung milik Hery juga dinobatkan menjadi yang terbaik. Pada dua kelas ocehan tersebut sesi demi sesi selalu bergantian naik podium. Hal tersebut disampaikan oleh Korlap dari pusat Vijay.

“Materi burung dan kinerja dalam setiap sesi selalu berubah dan sangat bagus-bagus. Tidak ada burung yang kerja secara dominan hingga kesempatan menjadi burung terbaik terus bersaing hingga sesi akhir. Ini lomba yang luar biasa dan juri harus sangat jeli melihaat kinerja burung,” ucapnya.

CAHAYA 8 BC BANJARMASIN

 

Di kelas pleci, nama Jabrik besutan Siti Misbah tampil dominan di semua kelas Pleci Dabu. Sedangkan nama Pluto milik H Alap memenangi kelas Pleci campuran. Dikelas kenari nama Berodong milik Kholik dari Netral BC tampil dominan dengan cengkok dan lagu yang membuat dewan juri memberikan bendera koncer 1 sebanyak dua sesi dari tiga sesi yang dilombakan. Begitu juga degan kelas Kacer, Kungfu Panda milik Sharena tampil menawan brsaing dnegan Golden milik H Robby Satria Muda. Akhirnya Kungfu Panda dinobtkan menjadi yang terbaik setelah dua kali naik podium satu.

PEMENANG LB KELAS DPC

Pada kelas bergengsi lainnya, yaitu Love Bird Dewasa nama Putri Ningrat milik Muhz Anwar dinobatkan menjadi yang terbaik setelah menempati posisi 2, 1, 2, 5. Putri Ningrat harus bersaing ketat dengan beberapa Love bird lain seperti, Prima, Sunade, Vianisty dan Qiu Qiu. Di kelas Love Bird dewasa nama Qiu Qiu milik Agus Nugie sempat menjadi perhatian para peserta. Pasalnya LB yang umurnya masih belia belum genap enam bulan tersebut sudah konslet dan berhasil naik podium satu pada kelas LB Dewasa DPC 2. Pada seluruh sesi yang diikuti Qiu Qiu berhasil menempati juara 1, 2 dan 5.

Di sisi lain kelas Balibu nenempatkan Kelana milik Andy Trobos setelah menempati posisi dua kali juara 1 dari empat sesi yang dilombakan. Andy Trobos mengatakan klau Kelana hanya sempat main dua sesi karena dua sesi sebelumnya tertinggal. “Untung saja Kelana bisa kerja maksimal, dua kali juara 1 di dua kelas tersisa,” ucapnya.

Salah satu pemain yang mengikuti lomba, Putra Wilis mengatakan kalau pihak Oroq berhasil meredam teriakan peserta saat lomba sedang berlangsung. Hal itu juga diamini oleh peserta lainnya Cak Nun saat lomba sedang berlangsung. “Ini luar biasa, tidak seperti lomba sebelum-sebelumnya. Hampir tidak ada teriakan yang mengganggu juri saat menilai kinerja burung. Harapan kami sebagai pemain Oriq bisa mempertahankan budaya tanpa teriak ini,” ujar Wilis yang diamini Cak Nun.

Pembina dan Pendiri Oriq Jaya Indonesia, H Rico yang didampingi Ketua Umum Suryono mengatakan kegiatan dalam rangka Launching ini sangat istimewa. Ia mengatakan kalau kegiatan terebut juga menjadi hadiah istimewa pada ulang tahun Oriq Jaya yang pertama. “Semoga lancar sampai akhir lomba dan tidak ada pemain yang dikecewakan. Kami selalu menekankan kepada juri yang bertugas di lapangan untuk maksimal dan jujur,”ucapnya diamini Ketua Umum Suryono sebelum bertolak ke Surabaya untuk agenda Oriq Jaya.

Sekadar diketahui bahwa pada launching Oriq Jaya Kalimantan Selatan juga dipantau langsung oleh Ketua Devisi Juri Oriq H Engkus dan Pembina Oriq Jaya area Jawa Tengah Iwan Sanubari. (suurkalsel)

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here