JURI RONGGOLAWE NUSANTARA FOTO BERSAMA SEUSAI GELARAN GUBERNUR KALTENG CUP I
PANITIA PELAKSANA FOTO BERSAMA SEUSAI LOMBA

MOJ-Gelaran lomba burung berkicau Gubernur Cup I Kalimantan Tengah di Palangkaraya yang dikawal oleh juri Ronggolawe Nusantara pada Minggu 28 April 2019 menjadi ajang pertarungan Bird Club di Kalimantan Tengah. Bagaimana tidak tiga Bird Club (BC) yaitu Gempar BC, Bhayangkara BC dan Yakuza BC bertarung sampai race terakhir untuk menjadi yang terbaik pada event Gubernur Cup yang baru pertama dilaksanakan tersebut.

GEMPAR BIRD CLUB PERAIH BC TERBAIK DALAM GELARAN GUBERNUR KALTENG CUP I

Akhirnya Gempar BC yang menurunkan sekitar 150 amunisi terbaiknya bisa memuncaki podium dengan nilai 4055 dan disusul Yakuza BC yang juga tidak sedikit menurunkan amunisinya dengan torehan poin 2620. Ketua Gempar BC Bang Aswan yang ditemui MOJ disela-sela lomba mengatakan kalau pihaknya sudah menyiapkan jauh-jauh hari semua amunisi yang dimiliki oleh anggota Gempar untuk event besar Gubernur Cup tersebut.

YAKUZA BC SEBAGAI RUNNER UP BC

“Kami membawa sekitar 150 amunisi untuk meramaikan event lomba burung berkicau Gubernur Cup I Kalteng ini. Alhamdulillah kami diberikan kelancaran dan kesuksesan untuk menjadi Bird Club terbaik. Tentunya dengan perjuangan yang tidak mudah sebab lawan kami seperti Bhayangkara BC dan Yakuza BC juga mempunyai kekuatan yang tidak ringan,” terangnya.

GEMPAR BIRD CLUB PERAIH BC TERBAIK DALAM GELARAN GUBERNUR KALTENG CUP I

Gempar menurunkan umunisi terbaik seperti Cucak Hijau Dewa Ruci, Love Bird Surti yang berhasil podium 1 dua kali selain amunisi yang lain memnjadi kekuatan Gempar. Sedangkan Bhayangkara diperkuat Murai kenamaan Samson milik Taslim yang akhirnya merebut posisi Murai Borneo terbaik. Untuk Yakuza BC menururnkan andalan terbaiknya yaitu Pleci Jabrik milik Siti Misbah untuk meraup poin yang akhirnya dinobatkan menjadi pleci terbaik.

GOLDEN SF SEUSAI MENERIMA PIALA SF TERBAIK

Disisi lain perebutan Single Fighter (SF) dalam gelaran tersebut dua SF dari Kalimantan Selatan yaitu Golden SF yang dikomandoi Koh Andi serta Meratus SF yang dikomandoi Mr Soebiwandono berhasil menjadi yang terbaik dan runner up. Golden SF yang menurunkan amunisi terbaiknya seperti Murai Borneo Gundala, Kacer Golden, serta LB M’Beb akhirnya bisa menjadi yang terbaik setelah meraup poin 1495. Sedangkan Meratus SF yang juga menurunkan amunisi terbaiknya seperti LM Sri, Lb Juju Kacer Margono serta beberapa amunisi lain berhasil menjadi runner up SF dengan raihan poin 565 poin.

“Kami cukup puas dengan hasil di Gubernur Cup I Kalteng ini bisa memboyong trophi SF terbaik. Semoga kedepan kami terus bisa ikut andil  dalam kancah dunia kicau di Kalsel maupun daerah lain,” ujar Michelle salah satu punggawa Golden Sf.

PARA JAWARA PERAIH PREDIKAT BURUNG TERBAIK, BIRDC CLUB TERBAIK DAN SINGLE FIGHTER TERBAIK

Gelaran yang dihadiri kicaumania dari berbagai daerah tersebut seperti Tanah Grogot Kaltim yaitu Senaken SF yang membawa amunisi andalan Lb konslet Attin, Banjarmasin, Kandangan Kalsel, Pangkalanbun, Buntok, Sampit dan Palangkaraya sendiri mencapai jumlah peserta 1425 dari 35 kelas yang dilombakan. Ketua Pelaksana Mr Rin Ekas mengungkapkan kalau gelaran tersebut akan diusahakan menjadi gelaran tahunan lomba dan pameran burung berkicau di Kalteng. Pihaknya juga mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh kicau mania yang sudah hadir hingga lomba dari awal sampai akhir peserta tetap bertahan.

ANTUSIASME PARA KICAU MANIA DI PINGGIR LAPANGAN SAAT MENJOKI BURUNGNYA

“Kami semua panitia cukup bangga dan puas dengan capaian peserta yang ikut dalam gelaran ini. Apalagi untuk kelas kicauan seperti Murai dan Cucak Hijau sampai race terakhir peserta tidak berubah diangka 60 gantangan lebih yang ikut. Semoga kedepan gelaran semacam ini akan terus berlanjut dan lebih baik lagi,” terangnya seraya mengataan kalau persiapan event tersebut hanya dua bulan.

KELAS MURAI BORNEO SELALU FULL GAMNTANGAN

Sekadar diketahui dalam event yang juga memberikan door prize utama dua buah kendaraan tersebut akhirnya dimenangkan oleh Edi Susanto dari Buntok melalui tiket Kacer no gantangan 29. Sedangkan untuk satu unit lainnya didapatkan oleh Deden dari Bayangkara BC melalui tiket Murai Borneo Pariwisata nomor 26.(isuuRKalsel)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here